Skip navigation

Sedikit kecewa dalam hatiku kawan, semalam ada inbox dari sang istri ke email (biasanya kita berkomunikasi lewat mesej nya Facebook). Teti *panggilan ponakan-ponakan buat istriku, ngabarin kalau rumah yang rencana akan kita kontrak ternyata mahal. 11 juta per tahunnya.

Gila aja 11 juta per tahun berarti hampir satu juta rupiah per bulannya! Ngga ada bedanya ama nyicil rumah dong kalau gitu.

Yah mungkin belum rejeki kita berdua nempatin itu rumah. Rumah di daerah Tlogosari Semarang type 54 yang sebelumnya kita rencanakan untuk rumah sementara sebelum menempati rumah tinggalan orang tua yang akan kita renovasi kelak.

Pelajaran hari ini kawan, manusia bisa berencana tetapi Allah lah yang berkehendak.

Kadang kita tahu dan familiar akan kalimat itu, tetapi seringlah lupa karena terlampau tinggi angan-angan dan rencana muluk kita (baca: lupa berdoa kepadaNya).

Kawan, mari kita sarapan

Assalamualaikum kawan, setelah bertahun tahun lamanya awak ni tak memposting apapun di blog ini, lalu sesuai dengan resolusi saya di tahun 1432H maka saya akan memaksa diri ini untuk terus menulis. Doakan saya kawan.

 

 

Okey banyak hal yang harus diceritakan setelah setahun ini saya menghilang. Betul saya sudah menikah, dan berpindah perusahaan dua kali banyaknya di tahun 2010 kemarin. Yah semoga hal tersebut tidak terjadi lagi di tahun ini, amiin.

 

Anyway, selamat bertemu kembali kawan

 

Salam

 

Kawan, 4 hari lagi lo. Ampun dah deg degannya :) )

Kawan, libur lebaran 1431 H kali ini ada satu cerita yang mungkin bisa saya ceritakan disini. Cerita ini tentang kehidupan kita sehari-hari dan mungkin pernah kita alami.

Begini ceritanya, salah satu adik dari simbah saya yang sudah almarhum beberapa hari setelah lebaran 1430 H kemarin adalah seorang laki-laki yang hampir seluruh hidupnya bekerja sebagai penarik becak di kota Semarang. Beliau tinggal di salah satu desa di Kabupaten Demak. Keluarga yang bahagia dengan istri dan putra putri nya. Saat almarhum masih hidup saya hanya bertemu almarhum setahun sekali pas di waktu lebaran, satu kali almarhum datang ke rumah saya pada saat orang tua saya berangkat haji 2002 yang lalu. Yang saya ingat adalah almarhum datang ke rumah dengan niat melepas dan mendoakan orang tua saya berangkat haji, tapi almarhum tak tahu kalau ternyata orang tua saya sudah berangkat hari kemarin alias ngga ketemu.

Kembali ke cerita awal, dari penghasilan almarhum yang sebagai tukang becak itu, tentulah pas pasan sehingga almarhum perlu beberapa minggu untuk mengumpulkan uang dan dibawa pulang ke rumah. Dengan kerja keras dan hidup prihatin, almarhum tinggal di masjid kalau malam sembari membantu membersihkan masjid tempat almarhum menumpang tidur, tak jarang pula almarhum tinggal di dalam becaknya kalau malam. Permasalahan timbul ketika seumur hidupnya, istri almarhum tak pernah merasa puas dengan hasil jerih payahnya. Tiap almarhum pulang ke rumah, uang yang almarhum bawa pulang selalu dihabiskan si istri dengan berbelanja dan membeli apa yang si istri inginkan, tentu almarhum hanya mengelus dada melihat kelakuan istrinya. Lebaran tahun lalu almarhum sakit lalu hingga meninggal karena sepuh, dan si istri tetap pula tak acuh mengurusi suaminya mulai dari sakit sampai meninggal, gurat kesedihan tak terlihat dari wajah sang istri. Selepas kepergian almarhum, sang istri masih sempat dua kali pergi ke kota kecamatan untuk berbelanja dan bersenang-senang.

Sampai satu kejadian menimpa dirinya, tepat seratus hari kepergian almarhum, sang istri menjadi gila dalam arti kata yang sebenarnya. Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya dan sampai saat saya menulis cerita ini sang istri masih dalam ketidakwarasannya. Entah apa yang terjadi pada sang istri kenapa tiba-tiba menjadi seperti itu.

Satu pesan moral yang ingin saya bagi dari kisah nyata ini adalah sudah sepatutnya seorang istri melaksanakan kewajibannya melayani suami dengan sepenuh hati dalam suka maupun duka, tak mengeluh dan tetap berbakti kepada suami. Apa yang terjadi pada sang istri mungkin teguran dari Gusti Allah kepada beliau wallahualam.

Kawan, mungkin hal ini jamak terjadi di sekeliling kita sehingga bisa membuat kita “eling lan waspada.”

Salam

Yeah kawan, hari ketiga dari 6 minggu jadwal yang harus kita lalui sebagai trainee di Gajah Baru project.

Mulai dari Ahad kemarin kita ber tiga belas meninggalkan home base Jakarta menuju Batam untuk orientasi dan sekaligus technical training yang di conduct oleh PT Aramis Malaysia. Check in di Hotel Panorama Regency Batam, sehari hari saya cuma belajar, online dan belajar. Kegiatan yang membosankan kan? tapi saya sudah berkomitmen untuk tetap seperti ini, senin-jumat adalah jadwal untuk belajar dan tidak bermain main. Weekend nanti barulah saya meluangkan waktu untuk refreshing. Klise memang dibandingkan teman-teman yang lain yang tiap malam jalan untuk sekedar mencari makan, komitmen untuk hidup yang teratur membuat saya  harus tidur jam 9 malam dan bangun jam 4 pagi. Kalau tidak berkeras seperti itu kapan saya bisa maju??

Huhu sekedar catatan kecil saya.

Salam.

Batam, April 7th. 6.47 am

Kawan, perkenalkan Indriyani Tastaftiyan sebagai calon pendamping hidup dms kelak.

Doakan kami kawan :)

kawan, tak terasa 5 hari lagi dms meninggalkan MV8 tercinta

hari ini adalah hari jumat dimana solat jumat terakhir dms di MV8, sekaligus khutbah jumat terakhir buat dms

yeaah, mungkin hanya itu kawan yang bisa dms bagi, karna dms tidak sesentimentil kaum hawa yang bisa menuliskan perasaannya sampai berpuluh puluh kembar halaman blog ini kawan

salam,

Malacca Strait, 04 AM

Kawan, seminggu yang lalu kami berempat (Saya, Pak Bambang, Capt Rusli, Campboss Thoyib) berencana untuk mampir ke Toba selepas pulang dari Langsa.

Danau Toba sendiri berada di Parapat, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, 250 KM ke arah barat dari Kota Medan, perjalanan lewat darat kita tempuh selama 5 jam kurang lebihnya. Kemarin kita berangkat dengan menyewa mobil dari Medan. 350 ribu untuk sehari semalam. Berangkat hari Rabu jam 21:00 dengan rute perjalanan Medan-Lubuk Pakam-Serdang Bedagai-Pematang Siantar-Parapat. Jalan yang lebar dan mulus kita lewati hanya sampai Siantar, setelah itu jalan mengecil hingga 2 jalur saja, dengan trek yang naik turun berkelok kelok dan tanpa lampu penerangan jalan pula, waspada tingkat satu harus selalu diprioritaskan. Example saja, pas perjalanan berangkat itu kita pas pasan dengan avanza item yang remek nabrak pohon. Makanya sekali kita merem karena ngantuk bisa lewat nyawa kita.

Sampai di Parapat jam satu malam, suasana dingin dan sepi yang kita temui. Cukup heran karena saat kita menuju Danau Toba bersamaan dengan digelarnya acara Pesta Danau Toba yang diiklankan di seluruh televisi, tapi kok sepi ya? berbanding terbalik dengan kehidupan malam di puncak yang rame menawarkan tempat menginap, disini kita bingung mau menginap dimana. Dua penginapan kita masuki dengan hasil penginapan pertama tak ada penunggunya alias sepi. Penginapan kedua kamar tinggal satu sedangkan kita berlima dengan driver, akhirnya kita putuskan untuk menginap di salah satu hotel terbesar di sana namanya Danau Toba Cottage Pardede. Kamar ternyata masih banyak, dengan tarif 250 ribu sampai 2 juta kita memilih jenis kamar superior seharga 350 ribu. Kamar sih standar losmen, dengan 2 tempat tidur dan televisi tanpa Air Conditioner tentunya, sementara air panas hanya tersedia pukul 6 sampai 8 pagi. Cukup mahal tentunya tetapi cukup lumayan karena view dari depan kamar adalah Si Danau yang hanya 10 langkah di depan kamar08102009(001)

Pagi hari setelah sarapan dengan menu nasi goreng satu satunya di restoran hotel, kami berencana menyeberang ke Pulau Samosir dengan membawa serta mobil kita menggunakan jasa feri. Ternyata saudara saudara, kita ketinggalan feri. Feri hanya beroperasi dari jam 6 pagi sampai jam 7 malam dengan interval waktu 3 jam, maksudnya apabila kita ketinggalan feri yang berangkat jam 9 dari dermaga Parapat, maka feri akan berangkat lagi dari tempat yang sama pukul 12 siang.

Ada solusi lain yaitu menyeberang dengan menggunakan boat dengan ongkos 4 ribu, tetapi harus menunggu penumpang penuh. Dan akhirnya kita sepakat untuk menyewa boat saja daripada menunggu boat yang terlalu lama penuhnya. Kita ditawarin 450 rb untuk diantar ke semua tujuan wisata di Pulau Samosir tanpa batas waktu, dengan sedikit tawar menawar akhirnya kita dapat 350rb.

Boat dengan panjang kira kira 15 meter dengan daya angkut sekitar 50 orang, hanya kita isi dengan 5 orang. Perjalanan Parapat-Samosir ditempuh kira kira 35 menit, dengan sebelumnya mampir ke objek wisata Batu Gantung.

Next destination kita diturunkan di dermaga Tomok. Tomok adalah sebuah desa yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Di desa Tomok ini kita dapat menjumpai museum, kuburan tua Raja Sidabutar, Sigale gale dan aneka toko suvenir tempat kita membeli oleh oleh. Jasa pemandu kita gunakan untuk mendampingi perjalanan kita. Bagusnya para guide disini tidak menyebutkan tarif berapa mereka dibayar, alias seikhlasnya.

Setelah puas kita berjalan jalan dan beli oleh-oleh tentunya kita makan siang di pinggir danau dengan menu ikan bakar khas air tawar. Ada mujair, nila, dan ikan mas. Sangat disarankan untuk tidak sembarangan makan di daerah ini karena hanya satu dua warung makan yang menuliskan kata halal di warungnya, itupun masih tanda tanya bagi kami. Setelah membayar guide 50 ribu saja, kami melanjutkan perjalanan menyusuri Danau Toba. Cukup sayang karena waktu kami yang terbatas kami tidak bisa mengeksplor semua keindahan Pulau Samosir. Niatan awal dengan 2 hari berada di Danau Toba tidak terlaksana karena tiadanya tiket pesawat di hari Sabtu, sehingga kami terpaksa mempercepat kunjungan hanya sampai hari Kamis karena tiket tertanggal 9 Oktober alias hari Jumat.

Sampai di dermaga Parapat jam 2 siang, kami meluncur ke Medan kembali dengan mengambil jalur memutar, yaitu melewati Kabanjahe, Karo dan Berastagi.

Di boatDi boat jugaSigale galeLake Toba

Total biaya yang kita keluarkan adalah

Tiket Garuda Indonesia  Jakarta-Medan kelas Ekonomi PP : Rp 3.000.000

Sewa mobil Avanza 24 jam : Rp 350.000

Bensin Avanza PP : Rp 150.000

Kamar hotel satu malam : Rp 350.000

Sewa boat : Rp 350.000

Jasa Guide : Rp 50.000

Makan dan lain lain : On depend your self

Okey kawan, selamat berlibur yah, HORAS !!!

Kawan, Demas mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1430 H ya, taqobballahu minna wa minkum minal aidin wal faizin. Mohon maaf atas segala kesalahan Demas, baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja, semoga kita semua kembali menjadi manusia yang fitrah, amiin.

Wew..sudah lama sekali aku tak menulis. Padahal practice is the best teacher kata Om Budi Maryono. Yeah bingung karena banyak kegiatan ngga penting diluar pekerjaan dan kuliah yang aku kerjakan, sampai-sampai baru inget uda berapa bulan aku tak menulis, jangankan di blog, di notes yang biasa aku bawa pun tak pernah lagi. Seakan tenggelam dalam kesibukan dan fesbukan hee..

Kawan, alhamdulillah beberapa hari yang lalu usiaku genap 24 tahun. Aku cuma bisa bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT kepadaku. Kesehatan, rezeki, pekerjaan yang halal. Sungguh aku bersyukur atas semua itu. Orang – orang di sekitarku, Papa Mama, Indy, Mba Patty sekeluarga, kawan – kawan tentunya..a lot of gratefull thanks for you all.

Okey deh, harapanku saat ini hanya semoga Demas bisa menjadi seorang yang bermanfaat bagi semuanya. Amiin.

Oya tunggu tulisanku berikutnya ya….

Ciao

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.